Halaman

Kamis, 27 Mei 2021

Peta, Atlas dan Globe

  1. Peta
  2. Peta
    1. Pengertian Peta
    2. Peta adalah gambaran secara umum sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu jika dilihat dari atas, disertai tulisan dan simbol sebagai tanda pengenal. Kenampakan yang tergambar pada peta bisa merupakan fenomena fisik (alamiah) seperti gunung, sungai, hutan, rawa dan sebagainya serta fenomena budaya (buatan) seperti pesawahan, pemukiman, kawasan industri, dan jalur jalan.
      Pengetahuan khusus yang mempelajari seni dan teknologi pembuatan peta disebut kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut katograf.
    3. Syarat Peta
    4. Peta dikatakan baik apabila dalam pembuatannya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
      1. Konform, artinya bentuk-bentuk bidang daerah yang digambarkan pada peta harus sama atau sesuai dengan bentuk bidang aslinya di permukaan bumi.
      2. Ekuivalen, artinya perbandingan luas bidang yang digambarkan pada peta harus sama atau sesuai dengan luas bidang aslinya di permukaan bumi.
      3. Ekuidistan, artinya perbandingan jarak yang digambarkan pada peta harus sesuai dengan jarak sesungguhnya di permukaan bumi.
      4. Peta yang dibuat harus jelas dan tidak membingungkan.
      5. Penyajian data pada peta harus mudah dimengerti maknanya.
      6. Peta bentuknya menarik, rapi, dan bersih.
    5. Unsur Peta
    6. Unsur Peta
      Di samping syarat-syarat di atas, peta yang ideal memiliki unsur-unsur sebagai berikut.
      1. Judul Peta
      2. Judul peta dapat mencerminkan isi dan tipe peta daerah yang dipetakan. Biasanya ditulis di bagian atas peta di luar peta pokok dengan huruf kapital paling besar.
      3. Garis Astronomis
      4. Garis astronomis yaitu garis khayal pada peta yang terdiri dari garis lintang (garis horizontal) dan garis bujur (garis vertikal) yang berfungsi sebagai koordinat.
      5. Skala Peta
      6. Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak mendatar pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Peta yang baik selalu mencantumkan skala sehingga ukuran jarak, luas, dan bentuk pada peta sesuai dengan keadaan di lapangan Secara umum, skala yang banyak digunakan pada peta terdiri atas tiga macam, yaitu
        1. Skala Angka
        2. Skala angka (Numerical Scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk angka pecahan dengan menggunakan satuan ukuran sentimeter (cm).
          Contoh:
          Skala 1 : 2.500.000 bisa ditulis 1 / 2.500.000 (dibaca 1 banding 2.500.000), artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 2.500.000 cm atau 25 km jarak di permukaan bumi sebenarnya.
        3. Skala Verbal
        4. Skala verbal (verbal scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata.
          Contoh:
          1 cm berbanding 10 km , artinya setiap jarak mendatar 1 cm pada peta sama dengan 10 km jarak sebenarnya di permukaan bumi.
        5. Skala Garis
        6. Skala garis (graphical scale), yaitu skala yang ditunjukkan dengan garis lurus yang dibagi-bagi dalam bagian yang sama. Setiap bagian menunjukkan kesatuan panjang yang sama untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
          Contoh:
          Gambar Skala Garis
          artinya setiap jarak mendatar 5 cm pada peta sama dengan 25 km jarak sebenarnya di permukaan bumi.
          Berdasarkan ukuran skalanya, skala dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:
          • Skala kadaster, yaitu peta berskala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000, biasanya digunakan untuk menggambar peta-peta tanah dalam keperluan sertifikat.
          • Skala besar, yaitu peta berskala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000, digunakan untuk menggambar wilayah yang sempit, misalnya peta desa dan peta kecamatan.
          • Skala sedang, yaitu peta berskala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000, digunakan untuk menggambar wilayah kabupaten dan propinsi.
          • Skala kecil, yaitu peta berskala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar wilayah negara.
          • Skala Geografis, yaitu peta berskala lebih dari 1 : 1.000.000, digunakan untuk menggambar kelompok negara, regional, benua dan dunia.
      7. Petunjuk Arah
      8. Petunjuk arah disebut juga tanda arah atau mata angin berupa anak panah yang menunjukkan arah utara dan berfungsi untuk membantu pengguna dalam menyesuaikan arah peta dengan arah lapangan sebenarnya.
      9. Legenda
      10. Legenda adalah bagian dari peta yang menerangkan tentang arti simbol-simbol yang digunakan pada peta, sehingga mempermudah dalam memahami isi peta.
      11. Peta Sisipan (Insert)
      12. Peta sisipan merupakan peta tambahan dengan ukuran kecil yang disisipkan pada peta utama untuk menunjukkan lokasi yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitar yang lebih luas.
      13. Garis Tepi Peta
      14. Garis tepi peta digunakan sebagai batas suatu peta yang biasanya dibuat rangkap tempat meletakkan angka derajat garis lintang dan garis bujur.
      15. Sumber dan Tahun Pembuatan
      16. Sumber peta dicantumkan supaya pengguna tahu dari mana peta dan datadata yang dipetakan diperoleh. Sedangkan tahun pembuatan peta berguna untuk mengetahui kapan peta itu dibuat, tingkat kesesuaian di lapangan pada saat digunakan.
      17. Simbol Peta
      18. Simbol yaitu suatu gambar atau tanda yang mempunyai makna atau arti. Simbol pada peta merupakan tanda-tanda konvensional yang umumnya digunakan untuk mewakili keadaan sebenarnya. Beberapa bentuk simbol yang digunakan pada peta antara lain:
        1. Simbol titik (point)
        2. Simbol titik (point), berdasarkan jenisnya simbol titik terdiri atas:
            Simbol titik
          • simbol geometrik
          • Simbol geometrik (bangun matematika), untuk menyatakan nama kota, ibu kota, gunung, dan ketinggian tempat yang dilengkapi dengan angka.
          • simbol gambar
          • Simbol gambar, berupa gambar yang disesuaikan atau menyerupai keadaan sebenarnya di lapangan. Misalnya simbol kapal terbang untuk menyatakan lapangan terbang, simbol jangkar untuk menyatakan pelabuhan laut, dan simbol daun teh untuk menyatakan perkebunan teh.
        3. Simbol garis (line)
        4. Simbol garis (line), digunakan pada peta untuk menyatakan jalan, jalan kereta api, batas wilayah administratif dan sungai dalam bentuk garis (garis tebal, garis tipis, garis sejajar, dan garis putus-putus).
          Simbol garis
        5. Simbol bidang (area)
        6. Simbol bidang (area), digunakan untuk menyatakan unsurunsur geografi yang berupa bidang seperti hutan, rawa, perkebunan, dan daerah pertanian.
          Simbol bidang
        7. Simbol warna
        8. Simbol warna, digunakan untuk menunjukkan ketinggian daratan di permukaan bumi dan kedalaman wilayah perairan laut.
          Simbol warna
          Contoh:
          • Biru
          • Biru, untuk simbol perairan, misalnya:
            • biru tua menunjukkan laut dalam
            • biru muda menunjukkan laut dangkal, selat, teluk, danau, dan sungai
          • hijau menunjukkan dataran rendah
          • kuning menunjukkan dataran tinggi
          • cokelat menunjukkan pegunungan, misalnya:
            • cokelat muda menunjukkan pegunungan
            • cokelat tua menunjukkan pegunungan yang tinggi
          • merah digunakan untuk menyatakan gunung berapi, jalan dan kota.
      19. Tulisan (letering)
      20. Yaitu semua tulisan dan angka-angka untuk mempertegas arti dari simbol-simbol yang digunakan dalam peta.
    7. Jenis Peta
    8. Peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan atas isi, keadaan objek, dan skalanya.
      1. Berdasarkan Isinya
        1. Peta Umum
        2. Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan permukaan bumi pada daerah yang dipetakan. Kenampakan permukaan bumi dapat berupa bentang alam (sungai, danau, gunung, rawa, hutan dsb) maupun bentang budaya (kota, jalur jalan, pemukiman, lapangan olah raga).
          Contoh-contoh peta umum:
          • Peta Topografi
          • Peta Topografi, yaitu peta yang menggambarkan muka bumi dengan penekanan pada relief serta kenampakan lainnya pada wilayah yang dipetakan. Umumnya peta topografi menggunakan skala besar (1 : 25.000 sampai dengan 1 : 50.000).
          • Peta Korografi
          • Peta Korografi, yaitu peta berskala sedang yang menyajikan kenampakan bersifat umum meliputi wilayah yang luas seperti peta kecamatan, peta kota atau peta kabupaten.
          • Peta Geografi
          • Peta Geografi, yaitu peta berskala kecil yang menggambarkan kenampakan bersifat umum meliputi wilayah yang sangat luas, seperti peta propinsi, peta negara, peta benua, dan peta dunia.
        3. Peta Khusus
        4. Peta khusus, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan tertentu atau tema tertentu yang khusus pada daerah yang dipetakan. Contoh-contoh peta khusus antara lain:
          Peta Statistik yaitu peta yang menggambarkan data kestatistikan suatu daerah pemetaan, meliputi peta statistik kualitatif, yaitu peta yang menggambarkan jenis data tanpa memperhatikan jumlah data dan peta statistik kuantitatif, yaitu peta yang menggambarkan penyebaran jenis dan jumlah data.
      2. Berdasarkan keadaan objek
      3. peta dapat dibedakan Peta Persebaran Penduduk, Peta Persebaran Barang Tambang, Peta Iklim, Peta Jaringan Jalan menjadi dua macam yaitu:
        1. Peta Dinamik
        2. Peta Dinamik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang berubah. Misalnya peta pola aliran sungai, peta arus urbanisasi, peta pemukiman dll.
        3. Peta Statik
        4. Peta Statik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang relatif tetap. Misalnya peta klimatologi, peta geologi, peta jalur pegunungan.
      4. Berdasarkan Skalanya
      5. Berdasarkan skalanya, peta dibedakan atas:
        1. Peta kadester, berskala 1 : 100 s.d. 1: 5.000
        2. Peta skala besar, berskala 1 : 5.000 s.d. 1 : 250.000
        3. Peta skala sedang, berskala 1 : 250.000 s.d. 1 : 500.000
        4. Peta skala kecil, berskala 1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000
        5. Peta geografis, berskala 1 : 1.000.000 atau lebih.
    9. Bentuk Peta
      1. Peta Datar
      2. Peta datar, yaitu peta yang digambarkan pada bidang datar, misalnya pada kertas, kanvas atau tripleks. Perbedaan bentuk permukaan bumi pada bidang datar dinyatakan dengan perbedaan warna dan simbol-simbol yang digunakan.
      3. Peta Timbul
      4. Peta timbul, yaitu peta yang dibuat sesuai dengan bentuk permukaan bumi sebenarnya.
      5. Peta Digital
      6. Peta digital, yaitu peta yang dibuat dengan bantuan komputer yang disimpan pada pita atau disket dan dapat digunakan oleh pengguna melalui layar monitor.
    10. Manfaat Peta
    11. Peta memiliki manfaat yang bermacam-macam sesuai dengan jenis peta yang digunakan. Secara umum manfaat peta adalah:
      1. Menunjukkan lokasi suatu tempat di permukaan bumi
      2. Menggambarkan luas dan bentuk berbagai fenomena geografi
      3. Untuk mengetahui kenampakan muka bumi baik yang bersifat fisik (sungai, gunung, persebaran vegetasi) maupun sosial budaya (persebaran sawah, persebaran pemukiman, persebaran industri)
      4. Sebagai alat untuk memasukkan data yang ditemukan di lapangan.
      5. Alat peraga dan alat pelaporan hasil penelitian.
  3. Atlas
  4. Atlas
    1. Pengertian Atlas
    2. Atlas adalah kumpulan berbagai macam peta yang disusun secara sistematis dalam bentuk buku. Peta-peta yang disusun dalam atlas didasarkan pada alur informasi yang utuh dari berbagai kenampakan alami atau budaya yang ada di suatu wilayah.
    3. Syarat Atlas
    4. Atlas sebagai sumber informasi geografi hendaknya memenuhi syarat sebagai berikut.
      1. Menggambarkan suatu daerah dengan data yang akurat.
      2. Memiliki formulasi warna atau simbol lain yang tepat sehingga menarik.
      3. Dilengkapi dengan diagram-diagram dan data statistik daerah yang dipetakan.
      4. Dalam membuat peta harus mengikuti aturan-aturan kartografi dan menggunakan proyeksi peta tertentu yang disesuaikan dengan tujuan.
    5. Unsur Atlas
    6. Atlas yang baik dan lengkap harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut.
      1. Judul
      2. Judul atlas merupakan informasi awal dari atlas dan harus mencerminkan keseluruhan isi atlas. Misalnya Atlas Dunia di dalamnya berisi peta permukaan bumi baik daratan maupun perairan, peta benua-benua, peta wilayah Kutub Utara dan Kutub Selatan dan peta negara-negara di benua.
      3. Daftar Isi
      4. Daftar Isi merupakan nama-nama peta yang disusun lengkap dengan halaman tempat peta disajikan. Daftar isi berguna untuk membantu pengguna mempermudah dalam mencari peta yang diinginkan.
      5. Kata Pengantar
      6. Kata pengantar merupakan ungkapan pembuat atlas berkenaan dengan isi dan tujuan pembuatan atlas.
      7. Legenda
      8. Legenda merupakan keterangan yang menjelaskan tentang simbol-simbol yang digunakan pada peta yang terdapat dalam atlas.
      9. Tahun Pembuatan
      10. Tahun Pembuatan Atlas dicantumkan agar pengguna mengetahui kapan atlas itu dibuat berkenaan dengan kesesuaian data yang disajikan dengan waktu penggunaan.
      11. Daftar Indeks
      12. Daftar Indeks berisi daftar nama-nama objek geografi, baik fisik maupun sosial budaya yang disusun berdasarkan kelompok-kelompok tertentu, misalnya kota, gunung, pegunungan, pulau, kepulauan, sungai, danau, waduk, teluk, selat, laut, samudra tanjung, dan pelabuhan udara, sedangkan setiap kelompok disusun berdasarkan abjad.
        Contoh:
        Apabila kita ingin mencari kota Deli di Pulau Sumatra, caranya buka daftar indeks kemudian cari kelompok kota dengan urutan abjad “D”. Pada Indeks tertulis Deli 29 A2; artinya angka 18 menunjukkan nomor urut halaman, huruf A adalah kolom antara dua garis bujur (vertikal) dan angka 2 adalah lajur antara dua garis lintang (horizontal).
    7. Jenis Atlas
    8. Pengelompokan jenis atlas biasanya didasarkan pada isi yang terkandung pada peta-peta yang ditampilkan. Beberapa jenis atlas antara lain.
      1. Atlas Wilayah
      2. Atlas wilayah adalah atlas yang menyajikan informasi unsur-unsur geografi umum baik alamiah maupun budaya suatu wilayah. Beberapa contoh atlas wilayah:
        1. Atlas Nasional, menyajikan informasi geografis dan data yang terdapat pada wilayah negara tertentu yang dilengkapi dengan peta tiap-tiap propinsi.
        2. Atlas Regional, menyajikan informasi geografi dan data dari beberapa negara dalam satu kawasan tertentu maupun dalam kawasan benua.
        3. Atlas Dunia, menyajikan informasi geografi dan data yang terdapat pada benua–benua beserta negara-negara di dunia.
      3. Atlas Tematik
      4. Atlas tematik adalah atlas yang menyajikan informasi tema tertentu yang sifatnya khusus. Beberapa contoh atlas tematik yaitu atlas anatomi, atlas patologi, atlas histologi (berisi gambar-gambar bagian tubuh dan sel-sel manusia yang diperlukan di bidang kedokteran) dan atlas geologi, (berisi informasi tentang berbagai batuan atau mineral yang terdapat di bumi), atlas sejarah, dan lain-lain.
      5. Atlas Semesta
      6. Atlas semesta adalah atlas yang menyajikan informasi keadaan jagat raya berupa peta langit, susunan tata surya, rasi bintang, dan galaksi.
    9. Manfaat Atlas
    10. Atlas dapat dipergunakan dalam berbagai kebutuhan di antaranya:
      1. Mengetahui informasi letak suatu fenomena geografi tertentu, misalnya: gurun, sungai, kota, kabupaten.
      2. Mengetahui informasi keadaan fisik wilayah tertentu misalnya struktur batuan dan pertambangan.
      3. Mengetahui informasi keadaan sosial ekonomi suatu daerah, misalnya mata pencaharian penduduk dan tingkat pendapatan.
      4. Mengetahui informasi keadaan budaya suatu daerah, misalnya kota dan desa.
  5. Globe
  6. Globe
    1. Pengertian Globe
    2. Kata globe berasal dari bahasa Latin yaitu globus yang artinya ‘bulatan’ atau ‘bola’. Jadi, globe adalah suatu tiruan dari planet bumi dengan ukuran diperkecil yang memberikan gambaran bentuk bumi sebenarnya. Globe memiliki ukuran skala yang lebih tepat di seluruh bidang dibandingkan dengan peta bidang datar. Pada globe dapat terdapat Kutub Utara yang ditunjukkan oleh bagian ujung atas globe dan Kutub Selatan yang ditunjukkan oleh ujung bawah globe. Selain itu, globe dilengkapi dengan garis-garis lintang dan garis-garis bujur yang dapat digunakan untuk mencari informasi geografi.
    3. Kedudukan Globe
    4. Kedudukan globe tidak tegak lurus terhadap bidang horizontal melainkan miring sebesar 66 ½° dari bidang horizontal atau miring sebesar 23 ½° terhadap bidang vertikal. Kedudukan ini sesuai dengan kemiringan sumbu bumi yang miring 66 ½° terhadap bidang ekliptika di jagat raya. Bidang ekliptika atau bidang orbit adalah bidang lingkaran tempat peredaran semu tahunan matahari. Bumi setiap detik berputar pada porosnya dengan arah barat-timur berlawanan dengan arah jarum jam, yang disebut dengan rotasi bumi. Setiap satu kali putaran ditempuh dalam waktu 24 jam. Sambil berotasi, bumi juga melakukan perputaran atau beredar mengelilingi matahari bersama-sama dengan planet lain pada bidang lintasannya, yang disebut revolusi bumi. Waktu satu kali putaran bumi mengelilingi matahari lamanya 365 ¼ hari.
    5. Penggunaan Globe
    6. Seperti halnya peta dan atlas, globe juga memiliki banyak kegunaan antara lain:
      1. Menunjukkan bentuk bumi dan gambaran muka bumi sebenarnya yang dinyatakan dalam gradasi warna.
      2. Menunjukkan sistem garis lintang dan garis bujur.
      • Garis Lintang
      • Garis Lintang adalah garis khayal yang melintang permukaan bumi secara horizontal. Garis lintang 0° disebut garis khatulistiwa atau garis ekuator, yaitu garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yang sama yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan, panjangnya mencapai 40.075 km. Garis lintang yang berada di belahan bumi utara disebut garis lintang utara besarnya dari 0° - 90° LU, semakin ke Utara panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LU hanya berupa titik yaitu titik Kutub Utara. Garis lintang yang berada di belahan bumi selatan disebut garis lintang selatan besarnya dari 0° - 90° LS, semakin ke selatan panjangnya semakin kecil bahkan pada 90° LS hanya berupa titik yaitu titik Kutub Selatan.
      • Garis Bujur
      • Garis bujur adalah garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan Kutub Utara dengan Kutub Selatan.
        Garis bujur 0° yang melewati kota Greenwich dekat London (Inggris) disepakati sebagai meridian utama dan dijadikan pedoman internasional dalam penentuan waktu di berbagai tempat yang berbeda di permukaan bumi.
        Garis bujur dibagi dua yaitu:
        1. Garis bujur timur, ialah garis yang berada di sebelah timur garis meridian utama besarnya 0 – 180°.
        2. Garis bujur barat, ialah garis bujur yang berada di sebelah barat garis meridian utama besarnya 0 – 180°.
        Garis bujur (meridian) berfungsi untuk:
        1. menentukan letak suatu tempat di permukaan bumi,
        2. menentukan waktu suatu tempat di permukaan bumi,
        3. memperagakan gerak rotasi bumi,
        4. memperagakan terjadinya siang dan malam sebagai akibat rotasi bumi dan penyinaran matahari,
        5. memperagakan proses terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan,
        6. mengetahui proses perubahan musim berdasarkan perubahan gerakan semu matahari terhadap bumi,
        7. menentukan pembagian waktu di bumi berdasarkan garis bujurnya,
        8. mengetahui pembagian iklim di permukaan bumi berdasarkan garis lintangnya, dan
        9. membandingkan luas daratan dan lautan di permukaan bumi.

Sumber: